22 Maret 2011

Kamen : Versus penjahat Sampahmen

Seperti biasa, pagi itu Kamen bangun dari kasurnya pada pukul 05.00 pagi. Setelah mengucek-ucek mata dan membetulkan bentuk kepala dan wajahnya, Kamen membereskan kasur dan kamarnya.
Setelah itu, Kamen bergegas menuju kamar mandi. Sesampainya, Kamen langsung berkumur-kumur, mencuci muka dan mencuci tangannya.
"Kameeen kamu sudah bangun". Teriak Toiletwomen dari ruang makan.
"Sudaaah bunda", jawab Kamen dari kamar mandi.
Sesudah dari kamar mandi, Kamen menuju ruang makan. Diruang makan, sudah ada ayah dan ibunya yang menunggu Kamen untuk makan bersama.
"Pagi Bu", kata Kamen sambil menciuim pipi bundanya.
"Yah, met pagi", kata Kamen juga sambil mencium pipi ayahnya.
"Ayo makan nak, ini bunda sudah bikin makanan kesukaan Kamen, meski sederhana tapi kita harus bersyukur, ya Kamen", kata Toiletwomen sambil mengambilkan nasi untuk Kamen.
Kamen pun duduk dimeja makan yang berbentuk bulat dan hanya memiliki tiga buah bangku. Ayah Kamen yaitu Sendalmen sedang membaca koran kala itu.
"Wah, penjahat Ngetemen, kemarin, telah membuat kemacetan diperempatan mall Cigintung", gumam Sendalmen.
"Ayaaah, kalau makan jangan sambil baca koran, tidak sopan, mengganggu acara makan pagi bersama", kata Toiletwomen sambil mengambil koran dari tangan Sendalmen.
Sontak Sendalmen manyun dan mengais-ngais tanah. Karena dimarah Toiletwomen, Sendalmen akhirnya kembali ketempat duduknya dan makan pagi bersama keluarganya.
Setelah makan, Kamen pun bersiap untuk pergi kesekolah. Toiletwomen membereskan meja makan sedangkan Sendalmen bersiap patroli di Kota Listro.
Ketika ingin memakai kamar mandi, sempat terjadi konflik antara Sendalmen dengan Kamen. Sendalmen mendominasi kamar mandi dengan cara menghalang-halangi Kamen untuk masuk kamar mandi. Kamen yang melihat perbuatan ayahnya mengadukan kepada ibunya. Sontak Toiletwomen mendatangi suaminya yang sedang berendam dikamar mandi.
Ketika masuk kekamar mandi, suaminya sedang berendam bersama bebek-bebek berwarna kuning, dimainkannya bebek tersebut dan sesekali ditenggelamkannya.
Toiletwomen yang melihat hal itu langsung membuang bebek-bebekan dan melemparkannya keluar rumah. Sendalmen yang melihat hal itu langsung berteriak dan berlari mengambil bebek-bebekan yang dilempar keluar rumah. Bebekan itu terdampar didepan rumah Sendalmen, yaitu rumah Profesor Binbin. Sendalmen langsung mengambil kembali bebekan itu tanpa pikir panjang.
Namun setelah mendapatkan bebekan, orang-orang sekitar melihat Sendalmen dengan tatapan jijik. Profesor Binbin yang tiba-tiba keluar rumah sambil membawa majalah pria, tiba-tiba terkejut melihat pemandangan yang dilihat didepan rumahnya.
Profesor Binbin dan orang-orang sekitar melihat Sendalmen telanjang bulat sambil memegang bebek mainan berwarna kuning ditengah jalan.
Profesor Binbin menjatuhkan majalah pria yang dipegangnya karena shock sedangkan orang-orang sekitar muntah-muntah dan pulang meminta dikerok agar masuk anginnya hilang.
Profesor masih terpaku melihat Sendalmen telanjang bulat seperti buaya buntung yang ekornya berada didepan serta pendek. Tiba-tiba mulut Profesor keluar busa dan masuk kedalam rumah perlahan-lahan.
Sendalmen yang bengong melihat kejadian tersebut hanya bisa kebingungan. Akhirnya Sendalmen tersadar bahwa dirinya tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Sendalmen berteriak dan masuk kedalam rumah.
Didalam rumah, Toiletwomen mengabadikan Sendalmen menggunakan kamera slr sambil tersenyum lebar. Kamen pun meneruskan bersiap untuk ke sekolah.
Setelah siap, Kamen pamit kepada ayah dan ibunya. Ketika menemui kedua orang tuanya, ternyata kedua orangtuanya sedang berebut kamera slr, dimana kamera slr terdapat foto Sendalmen telanjang bulat ditempat umum.

08 Maret 2011

Kacamata-Men : Berawal dari

Kota Listro merupakan kota para Superhero, dimana Listro adalah kota tempat para superhero tinggal, begitu banyak superhero yang hebat, tampil sebagai pembela kebenaran dan selalu menyelamatkan orang-orang yang kesusahan.
Saat-saat damai dinikmati seluruh lapisan masyarakat, pada saat itu, keadaan begitu tentram. Harga bahan pangan murah, BBM murah, preman-preman jarang berkeliaran, petani kaya raya, adanya swasembada pangan, rasa aman dimana-mana, tidak ada negara lain yang mengusik Kota Listro, dan lain-lain.
Namun pada suatu saat, Kota Listro kedatangan sejumlah penjahat dari luar Kota Listro, mereka datang berbondong-bondong untuk menjajah Kota Listro dan hendak mendirikan kota penjahat.
Tugas para superhero dibutuhkan disini, ketika para penjahat memasuki Kota Listro, warga Kota Listro panik. Para penjahat menjarah harta warga, membakar ban-ban bekas, dan membuang sampah sembarangan bahkan dialiran sungai.
Superhero bergerak melawan para penjahat pada saat itu, peperangan sengit terjadi antara kedua kubu. Penjahat yang suka buang sampah sembarangan dihajar oleh para superhero dengan cara membuang penjahat tersebut ketempat sampah, penjahat yang suka memalak orang yang lemah dibawa oleh para superhero ke kantor polisi terdekat, bahkan penjahat pria yang memakai anting dikedua telinganya, dicaci maki oleh para superhero dengan sebutan bencong, penjahat yang mendengar itupun menangis tersedu-sedu dipojokan.
Tapi, pihak yang terluka tidak datang dari penjahat saja, pihak Superhero, banyak yang menjadi korban, terlebih pihak penjahat lebih banyak jumlahnya dari superhero.
Sepidolman harus terkapar di jalan ketika penjahat penghapus papan tulis memukulnya dengan penggaris besar, Sapuman terperangkap di dinding dengan kencang karena perbuatan penjahat penempel permen karet sembarangan, Sensitifwomen harus berlari sambil menangis terisak-isak dengan ingus yang membasahi mulutnya karena perbuatan penjahat, yang mengatakan bahwa Sensitifwomen mirip iklan-iklan sensitif untuk tes kehamilan, pemadam apiman harus diberi oksigen dan nafas buatan karena disembur dengan penjahat yang suka merokok dan buang asap rokok sembarangan. bahkan parahnya, pemimpin para superhero pada saat itu, yaitu Kumisman harus menyerah ketika kumis tebalnya harus tercukur oleh penjahat siletwomen.
Kalahnya Kumisman karena Kumisman tergoda rayuan Siletwomen. Pada saat keduanya berhadapan, Siletwomen mengajak Kumisman ke suatu tempat.
Namun sesampainya ditempat itu, Siletwomen ternyata merayu kumisman dengan sadis.
"Bang kumis, kumisnya belah tengah keren deh", ujar Siletwomen.
"Ah, Neng bisa saja nih", jawab Kumisman dengan senyuman abang-abang.
"Bang, bapak abang tukang pukul ya bang?", tanya Siletwomen.
"Lho, ko kamu tahu neng", jawab Kumisman.
"Ya tahulah bang, soalnya hati eneng dipukul-pukul terus, bikin eneng jatuh cinta sama abang", kata Siletwomen dengan menggeliat didepan Kumisman.
"Aaaaah, eneng bisa saja", kata Kumisman sambil tersenyum lebar membuat kumisnya menyentuh kedua telinganya.
Lalu kejadian sadis itu pun terjadi.
"Neng, ikut abang dangdutan nyok??", tanya Kumisman sambil menggelinjang.
"HAH, Najis Lo", jawab Siletwomen.
Kumisman bengong, disaat itulah kesempatan tidak disia-siakan oleh Siletwomen, Siletwomen langsung mencukur kumis kumisman.
SRREEEEK, kumis Kumisman licin tercukur, mukanya yang awalnya mirip bapak-bapak seram dengan kumis yang terjuntai dengan lebat hingga dagu, kini tinggal kenangan. Mukanya kini lebih mirip bapak-bapak seram tanpa kumis menjuntai.
"TIDAAAAAAAAK", teriak Kumisman.
Tercukurnya kumis Kumisman membuat pihak superhero kalah, setelah peperangan sengit dan memakan waktu yang lama, akhirnya pihak superhero harus mengakui kehebatan para penjahat dan harus menyingkir dari Kota Listro. Para superhero memilih menyingkir karena kekalahan yang mereka alami, mereka menganggap hal itu adalah aib dan harus pergi karena tidak akan tahan menanggung malu atas kekalahan tersebut. Para penjahat yang didesak oleh Superhero sebelumnya, akhirnya tersudutkan di Blok D, hingga akhirnya para penjahat masuk ke Blok D. Tempat itupun di isolasi superhero dan warga Listro agar penjahat tidak bisa keluar diblok D.
Namun dengan kepintaran, para penjahat bisa menjebol dinding isolasi dan sesekali muncul untuk menakut-nakuti warga Listro.
Superhero yang telah menyingkir membuat Kota Listro lemah dan membutuhkan pahlawan-pahlawan baru.
Namun dipinggiran Kota Listro, hiduplah sebuah keluarga kecil, dimana mereka terdiri dari Ayah, Ibu dan anak yaitu, Sendalmen, Toiletwomen dan Kamen, Kamen merupakan anak satu-satunya Sendalmen dan Toiletwomen.
Sendalmen dan Toiletwomen merupakan pahlawan yang terlupakan, mereka hidup dipinggiran Kota Listro. Meski memiliki kekuatan hebat dan sering menolong orang-orang yang membutuhkan di Kota Listro. Namun kehadiran mereka dipandang sebelah mata karena mereka tidak mau bergabung dengan superhero lain yang sering muncul di televisi dan membanggakan kekuatannya. Sendalmen dan keluarga lebih senang hidup sederhana tanpa menyombongkan kekuatannya.
Ketika para penjahat datang, dan mencoba menjajah tapi telah digagalkan oleh para superhero yang datang dari segala penjuru Kota Listro. Sendalmen dan Toiletwomen yang memiliki kekuatan super justru tidak datang ke medan tempur, mereka menghabiskan akhir pekan bersama anak mereka, yaitu Kamen. Mereka justru piknik ke taman binatang dan bergembira dipasar kaget.
Karena kekurangan pahlawan yang bisa menjaga keamanan Kota Listro. Para warga mendatangi keluarga Kamen dan meminte pertolongan untuk menumpas kejahatan dari penjahat yang muncul diblok D.
Mampukah mereka menyanggupi permintaan dan melaksanakan tugas yang diminta oleh warga Kota Listro..
To Be Continyu

06 Maret 2011

Kacamata-Men : Terpercik radiasi di toilet laboratorium Prof Binbin

Toiletwomen adalah ibu dari Kamen, Toiletwomen memiliki nama asli Vika tartika. Dirinya menikah dengan ayah Kamen yaitu Sendalmen sekitar 12 tahun yang lalu, Sendalmen memiliki nama asli Thomas buttermen. Mereka bertemu ketika terjadi pengeboman dihotel Geme Nariot di Kota Listro. Toiletwomen pada saat itu sedang berjalan didekat hotel. Ketika bom meledak dihotel Geme Nariot, Toiletwomen terkena serpihan-serpihan bangunan hotel. Ketika dirinya terluka parah dan hampir pingsan. Ayah Kamen tiba-tiba datang dan menghampiri ibu Kamen. Disitulah awal pertemuan kedua orang tua Kamen.
Toiletwomen akhirnya ditolong oleh Sendalmen dan membawa Toiletwomen menuju rumah sakit terdekat. Namun karena kehebohan yang terjadi dan banyaknya korban, menyulitkan ambulance datang menuju loklasi, warga panik, terlebih para korban banyak yang tewas kala itu. Kebakaran yang terjadi dan kepanikan membuat Sendalmen menjadi panik, ketika itu Sendalmen masih manusia biasa tanpa kekuatan super, begitupun Toiletwomen.
"To, tolong saya", kata Ibu kamen merintih
Setelah berkata singkat, ibu Kamen pun pingsan, ayah Kamen yang melihat hal itu langsung memutuskan membawa ibu Kamen dengan cara menggendong sampai rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Warga yang selamat dan tidak berada didalam hotel Geme Nariot langsung menghampiri para korban yang masih hidup disekitar halaman Geme Nariot, mereka tidak berani masuk sampai petugas datang kelokasi.
Ayah Kamen berjalan setengah berlari menuju rumah sakit terdekat, dengan bercucuran darah, ibu Kamen digendong oleh ayah Kamen.
Rintangan yang menghadang, karena kepanikan membuat ayah Kamen kesulitan menemukan arah rumah sakit. Tetapi ayah Kamen tetap berjalan mencari rumah sakit tedekat. Beberapa orang pun memberitahukan kepada ayah Kamen rumah sakit terdekat.
Setelah diberitahukan, ayah Kamen bergegas menuju rumah sakit yang jaraknya sekitar 10Km dari lokasi kejadian.
Akhirnya ayah Kamen tiba dirumah sakit, ibu Kamen langsung ditangani pihak rumah sakit dan dilarikan keruang Unit Gawat Darurat. Ayah Kamen menunggu dengan cemas diruang tunggu UGD.
Dalam menunggu, sesekali mata ayah melihat jam yang menempel didinding rumah sakit dan bolak-balik dengan gelisah.
Sejam berlalu, dari ruang UGD, keluar seorang dokter dan menghampiri ayah, ayah Kamen pun langsung menyiapkan diri.
"Anda suaminya?", tanya dokter.
"Ah, saya bukan suaminya dok, saya menolong dia ketika terjadi pengeboman dihotel Geme Nariot", jawab ayah.
"Oh begitu", tandas dokter.
"Begini, perempuan yang anda tolong, telah melewati masa-masa kritis, sekarang dia sudah siuman dan lebih baik, anda ingin melihatnya?", tanya Dokter.
"Oh, syukurlah Dok, ingin Dok tapi saya ada urusan, masih banyak orang-orang yang harus ditolong disana", jawab Ayah.
"Tapi", kata Dokter
Belum Dokter menyelesaikan kata-katanya, ayah langsung menitipkan ibu Kamen kepada pihak rumah sakit dan bergegas kembali kelokasi pengeboman
"Tunggu", kata Dokter.
Langkah kaki ayah langsung terhenti pada saat itu.
"Kenapa Dok?", tanya Ayah.
"Kalau kamu ingin kesana, sebaiknya naik ambulance saja dari sini, kebetulan semua armada ambulance akan diterjunkan kelokasi tersebut", Dokter menjelaskan.
"Baik Dok", jawab ayah.
"Lewat sini", kata Dokter seraya mengarahkan ayah menuju parkiran ambulance
Ambulance pun telah siap berangkat, ayah naik salah satu ambulance dan berangkat menuju hotel yang dibom oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Dalam perjalanan, ayah melihat begitu banyak korban yang sedang mencari pertolongan.
Ketika ayah dalam perjalanan menuju hotel Geme Nariot, Profesor Binbin, yang merupakan tetangga dekat ayah pada saat itu sedang berada dirumah sakit dimana ibu Kamen dirawat.
Profesor Binbin sedang membuat percobaan, bagaimana membuat jamban yang nyaman dan memberi ketenangan. Profesor menciptakan dengan tekhnologi canggih, karena kurang kerjaanya yang begitu terkenal dimata masyarakat, jamban tersebut pernah dibawa keluar kota Listro menuju suatu daerah yang bernama Situparjo. Disana pernah ada pengeboran oleh salah seorang pengusaha dalam negri. Namun terjadi kesalahan dan mengakibatkan munculnya lumpur yang menyembur dari dalam Bumi. Akhirnya Situparjo tenggelam karena lumpur tersebut dan juga desa-desa sekitar, sedangkan pengusaha yang melakukan perbuatan itu hingga sekarang belum menyelesaikan permasalahan dengan tuntas. Lumpur itu disebut lumpur Garito
Profesor Binbin membawa jamban yang dibuatnya dan ditenggelamkan didalam lumpur Garito, sehari semalam baru Profesor Binbin angkat kembail.
Ketika diangkat, kondisi jamban menjadi kotor, setelah dibersihkan jamban tersebut dibawa kerumah sakit untuk diteliti.
Ketika Profesor Binbin sedang meneliti jamban ciptaanya, Profesor merasakan perutnya kosong. Profesor meninggalkan laboratorium dan mencari makan dikantin rumah sakit. Pada saat itu, ibu Kamen dipindahkan dari UGD menuju ruang perawatan.
Ruang perawatan yang diberikan rumah sakit berhadapan langsung dengan ruangan laboratorium Profesor Binbin.
Sesampainya diruangan, ibu Kamen duduk dari tempat tidurnya dan melihat tangan dan kakinya telah dibalut perban.
"Saya kenapa sus?", tanya ibu Kamen kepada salah seorang suster
"Mba tadi terkena pecahan bangunan hotel Geme Nariot mba", jawab suster.
'Lalu siapa yang menolong dan membawa saya kerumah sakit", tanya ibu Kamen sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Ibu berbaring saja dulu, jangan memaksakan diri", kata suster seraya membaringkan ibu Kamen.
"Baik Sus, tapi siapa yang menolog saya Sus?", tanya ibu Kamen kembali kepada suster.
"Saya kurang tahu namanya siapa, saya kira suami Mba, tapi setelah ditanya Dokter, ternyata bukan, dia penolong Mba, dia Pria yang tidak begitu tampan kok", jawab Suster sambil trsenyum
"Yasudah, mba istirahat dulu ya, kalau ada apa-apa tinggal tekan bel yang ada disamping mba", kata Suster seraya keluar ruangan.
Ibu Kamen pun menatap langit-langit dan mengucap syukur karena selamat dari pengeboman oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Tiba-tiba, ibu Kamen ingin buang hajat. Dirinya bangun dari tempat tidur dan mencari kamar mandi. Ternyata kamar mandi diruangan ibu Kamen tidak bisa digunakan karena rusak. Akhirnya ibu Kamen keluar ruangan dan mencari kamar mandi terdekat.
Ibu Kamen masuk keruangan yang tepat berada diruangan perawatan ibu Kamen. Ketika masuk, ibu Kamen terperangah melihat banyak cairan berwarna-warni, dan alat-alat laboratorium diruangan yang dimasukinya. Lebih herannya lagi, ibu Kamen melihat ada Jamban yang sedang dibaringkan ditempat tidur, lengkap dengan kabel-kabel dan cairan-cairan berwarna-warni yang dihubungkan kejamban tersebut.
Lalu ibu Kamen melihat ada kamar mandi diruangan itu. Tanpa pikir panjang, ibu Kamen langsung masuk dan membuang hajatnya. Ketika masuk, dikuncinya pintu kamar mandi dari dalam seraya membuka keran air.
Tiba-tiba dari luar ruangan, Profesor Binbin kembali dari makannya. Profesor langsung masuk kelaboratoriumnya dan melanjutkan penelitiannya.
Ibu Kamen menyadari ada yang masuk. Karena panik ibu Kamen terdiam dan meneruskan buang hajatnya. Profesor yang tadinya asik meneliti, merasakan ada seseorang didalam kamar mandinya. Namun profesor tidak menghiraukannya dan berkonsentrasi dengan penelitianya.
Ketika sedang mencampurkan cairan-cairan berbahaya, tangan Profesor gemetar karena ketakutan, kalau cairan ini berlebih dosisinya dan masuk kedalam serum jamban, maka akan menyebabkan ledakan. Dengan pelan-pelan cairan dituangkan pelan-pelan.
Lalu tiba-tiba, BROOOOOT. ibu Kamen buang angin dengan keras membuat Profesor kaget dan menuangkan cairan begitu banyak.
"Astaga!!!", kata Profesor kaget.
"Siapa disana!!!!!?" tanya Profesor.
Ibu Kamen yang ketahuan semakin takut dan tidak mau mengatakan siapa dirinya kepada Profesor Binbin.
Ketika hendak menuju kamar mandi, langkah kaki Profesro terhenti karena mendengar suara gaduh dari jamban yang ditelitinya. Komputer pun memberikan alaram bahwa jamban akan meledak. Dengan panik Profesor langsung menuju kamar mandi dan menggedor pintu kamar mandi.
"SIAPAPUN KAMU, CEPAT KELUAR, TEMPAT INI AKAN MELEDAK!!!!",Kata Profesor dengan panik
"Hah, benarkah!!!!!", jawab Ibu dari dalam.
Saking ketakutan, Profesor lari meninggalkan ibu Kamen yang berada didalam kamar mandi.
"Haduh gawat, pintunya tidak mau terbuka, bagaimana ini!!!!", kata ibu dengan panik
Lalu tiba-tiba, BOOOOOOOOOOOOOOM, suara ledakan dari jamban membuat ruangan berantakan, dinding-dinding retak, bahkan dinding kamar mandi jebol dan melukai ibu Kamen yang sedang buang hajat. Cairan lumpur Garito mengenai ibu Kamen.
Ibu Kamen bangun dari reruntuhan bangunan dan dengan mudah mengangkat puingpuing yang menimpanya.
"Ada apa ini, mengapa aku jadi merasa kuat?", tanya ibu Kamen kebingungan
Ibu Kamen pun melihat sekeliling yang hancur dan memeriksa keadaan. ketika merasa aman, ibu Kamen memakai kembali pakaiannya dan kembali keruangannya.
Namun dipergoki oleh Profesor, Profesor pun menanyakan mengapa dirinya berada dikamar mandi laboratorium miliknya.
Kegaduhan itu membuat sejumlah perangkat rumah sakit berdatangan, Profesor pun menjelaskan dan bisa membuat semua pihak kembali tenang.
 Ayo, kita keruangan kamu", kata Profesor.
"Ba, baik Pak", jawab ibu sambil menuju ruangannya.
Sementara itu pihak rumah sakit membereskan laboratorium yang rusak berat.
"Kenapa kamu tadi berada dikamar mandi ruangan saya!!!?", tanya Profesor dengan marah
Lalu ibu pun menjelaskan mengapa dirinya masuk kedalam kamar mandi Profesor dan menjelaskan mengapa dirinya masuk kerumah sakit ini.
"Oh begitu, maafkan saya kalau begitu, tapi saya berharap anda tidak melakukan hal serupa", kata Profesor.
Profesor pun memperkenalkan diri dan menjelaskan apa yang telah dilihat oleh ibu Kamen dlaboratorium. Ditengah-tengah pembicaraan, ibu Kamen menceritakan bahwa dirinya terkena semacam lumpur, dan dari situ dirinya merasa lebih kuat dari sebelumnya, bahkan bisa mengangkat puing-puing bangunan dengan mudah.
Profesor kaget mendengar hal itu, lalu memeriksa ibu Kamen dengan peralatannya. Ketika selesai, Profesor berdecak kagum, dan mengatakan bahwa ibu Kamen memiliki kekuatan super. Ibu Kamen akan mempunyai kekuatan untuk menciptakan kotoran dan melemparkan ke musuh-musuhnya dan menjadi bertambah kuat ketika menyentuh jamban.
Profesor memberikan nama kepada ibu Kamen dengan sebutan Toiletwomen.
"Hah, Toiletwomen Prof?", tanya ibu kebingungan.
"Iy, Toiletwomen, karena kamu memiliki kekuatan super, pergunakanlah untuk kebaikan", kata Profesor menasehati,
"Tapi, saya masih bingung dan tidak mengerti Prof", tanya ibu kebingungan.
":Tidak apa-apa, nanti kamu akan terbiasa, sekarang istirahatlah", kata Profesor.
Ibu Kamen pun mendengarkan dan melakukan apa yang disuruh oleh Profesor. Namun ketika hendak memejamkam mata, ibu teringat dengan pengeboman yang terjadi dihotel Geme Nariot.
"Kamu mau kemana?", tanya Profesor kebingungan.
"Saya harus menolong para korban dihotel Geme Nariot Prof", jawab ibu Kamen.
"Tapi, kamu belum sembuh total", kata Profesor.
"Setelah saya mendapatkan kekuatan dari jamban tersebut, tubuh saya merasa sehat Prof, saya harus pergi sekarang", jawab ibu Kamen sambil berdiri dari tempat tidurnya.
Toiletwomen langsung bergegas keluar ruangan dan berlari menuju lokasi kejadian, setelah keluar dari rumah sakit, Toiletwomen membuat piring terbang dari kotoran yang keluar dari tangannya dan terbang menuju hotel Geme Nariot.
Sesampainya, Toiletwomen melihat ayah Kamen sedang mencoba memadamkan api yang membakar bangunan sebelahnya. Toiletwomen turun dan mendarat didepan bangunan yang terbakar itu, orang-orang pada keheranan, begitupun juga dengan ayah Kamen.
"Si, siapa kamu??", kata salah seorang petugas yang sedang mencoba memadamkan api.
Toiletwomen tersenyum tipis dan membawa piring terbang kotoran keatas api tersebut. Dengan kemampuannya, piring terbang itu dihancurkan, sehingga hujan kotoran terjadi diatas api dan memadamkan api itu.
Orang-orang sekitar bergembira dan bertepuk tangan.
"Kamu siapa?", tanya Ayah Kamen.
Toiletwomen melihat ayah Kamen dan berkata lembut.
"Terima kasih telah menolong saya tadi?", kata Toiletwomen kepada ayah Kamen
"Hah", ayah Kamen kebingungan
Toiletwomen tersenyum kepada ayah dan pergi setelah membuat piring terbang dengan kotoran dari tangannya.
Api padam disertai sisa asap akibat kebakaran dari bom yang meledak. Semakin lama, Toiletwomen tidak terlihat dari udara.
To Be Continyu.

05 Maret 2011

Kacamata_men : Berawal dari Sendal percobaan di Laboratorium

Seperti biasa, pagi itu Kamen bangun dari kasurnya yang berisi jerami, setelah mengucek-ucek mata dan membetulkan bentuk wajahnya, Kamen pun bangkit dan membereskan kamar tidurnya. Kacamata Kamen sudah menempel ketika Kamen tidur sehingga Kamen tidak perlu mencari-cari lagi. Kacamata super yang dibelinya ditukang mainan tersimpan rapih dilaci kamarnya.
"Kameeen, banguuuun", teriak Toiletwomen kepada anaknya dari ruang makan.
"Iyaa Bunda", Jawab Kamen.
Kamen langsung dengan cepat membereskan kamar tidurnya dan bergegas menuju ruang makan, dimana diruang makan, sudah ada ayah dan ibunya. ayah Kamen bergelar Sendalmen karena ayahnya tanpa sengaja memakai sendal percobaan, dilaboratorium Profesor Binbin. Saat itu, Profesor ingin membuat sendal ajaib, yaitu sendal yang bisa membuat titik-titik ditelapak kaki tertekan dan membuat badan sehat. Caranya dengan memberikan semacam tonjolan-tonjolan disendal tersebut. Namun tidak hanya itu, agar menarik dan kurang kerjaan, Profesor membuat sendal itu juga dengan cara menenggelamkan sendal ajaib ke limbah industri terdekat. Karena limbah industri beracun dan tidak ada penanganan berarti dari pihak pemerintah, maka Profesor Binbin ingin membuat percobaan agar sendal ajain ini bisa memberikan kesehatan sekaligus memberikan sensasi yang berbeda dengan sendal-sendal lainnya.
Namun ketika ayah Kamen datang untuk. mengembalikan ember yang dipinjam, untuk keperluan menimba air disumur rumah Kamen. Hal itupun terjadi. Ketika masuk kedalam rumah Profesor setelah dipersilahkan, ayah Kamen melihat-lihat sekeliling rumah Profesor. Namun pandangannya tertuju kepada sebuah sendal yang berada diaquarium bulat diatas meja kerja Profesor Binbin. Profesor yang sedang mengembalikan ember ketempat cucian pun tidak menyadari.
Tanpa sepengetahuan Profesor, ayah Kamen mengeluarkan sendal ajaib tersebut dan meletakan dilantai, dengan senyuman seperti joker dikartu remi, ayah Kamen melakukan tindakan yang tidak diharapkan orang-orang. Ayah Kamen menyisir rambutnya dengan sendal tersebut.
Tanpa disadari, ketika menyisir, pecahan-pecahan sendal lepas dari sendal tersebut dan menempel dikepala ayah Kamen dan sebagian lagi terhirup melalui hidung ayah Kamen.
Tiba-tiba ayah Kamen merasa aneh, pandangannya kabur dan berputar-putar. Ayah Kamen terjatuh dan mencoba bangkit, dengan kebingungan, sendal ajaib dipakai oleh ayah.
Tiba-tiba, CRIIIIIING, cahaya keluar dari sendal yang dipakai oleh ayah. Ternyata Profesor mengetahui bahwa sendal percobaannya digunakan oleh ayah Kamen sehingga Profesor membakar sendal yang dipakai oleh ayah Kamen.
Sontak ayah Kamen pun berteriak dan pergi keluar rumah profesor serta bergegas pulang kerumahnya. Api yang masih menyala dikaki ayah Kamen pun padam saking kencangnya ayah Kamen berlari.
Dalam perjalanan pulang, ayah Kamen merasakan sesuatu yang aneh, kakinya terasa sakit apabila berjalan, dan disadari ayah Kamen berjalan dengan telanjang kaki. Ayah Kamen pun bingung, dia berjalan lunglai, dirinya pun sempat terjatuh, di pintu samping mobil yang diparkir dipinggir jalan.
Ketika itu, dirinya memandang kaca mobil tersebut dan menyadari bahwa mukanya telah berubah dan menyerupai sendal jepit berwarna hijau.
"Aku, aku kena azaaaaaab", kata ayah ketakutan.
"Padahal aku cuma iseng, tapi kenapa, kenapa ini", lanjut ayah.
"Tidaaaaaaaaaaaak", ayah berlari menuju rumahnya.
Namun langkah kakinya terhenti. Ayah berpikir sejenak dan langsung membalikan arah serta menuju rumah profesor.
"Profesor!!!", jerit ayah Kamen ketika membuka pintu profesor.
Profesor yang sedang menonton sinetron realigi langsung baca ayat kursi karena kaget atas kedatangan ayah Kamen.
Ayah Kamen langsung mendekati Profesor dan memeluk kaki Profesor seraya meminta maaf atas perbuatannya tadi.
"Prof, saya minta maaf, huhuhuhuhu", kata ayah seraya memeluk kaki profesor, seperti maafnya seorang anak yang telah durhaka kepada ayahnya.
"Hah", Jawab Profesor sambil mulut mangap.
"Maafkan saya karena telah bermain-main dengan sendal profesor", lanjut ayah Kamen.
Profesor masih bengong. Profesor pun menaikan tubuh ayah Kamen dan melihat rupa ayah Kamen lekat-lekat.
"Kamu, kenapa mukanya seperti sendal jepit?", tanya Profesor.
"Saya tidak tahu Prof, saya rasa ini karena perbuatan saya kepada Prof, Hhuhuhu", jawab ayah Kamen sambil menangis.
Profesor masih melihat ayah Kamen dengan seksama dan menyadari bahwa sendal ajaib tersebut memiliki kekuatan bagi yang menyentuh atau menggunakannya. Profesor pun menenangkan ayah Kamen dan mendudukannya disofa ruang keluarganya.
Profesor berpikir atas apa yang menimpa ayah Kamen, Profesor pun berspekulasi bahwa sendal ciptaan yang hangus dibakar olehnya  dapat memberi kekuatan kepada penggunanya dan berpikir bahwa ayah Kamen telah mendapatkan kekuatan itu.
"Kamu tutup mata dulu ya?", kata Profesor kepada ayah Kamen.
"Mau apa Prof?", jawab ayah Kamen
"Sudah lakukan saja", kata Profesor
Ayah Kamen pun menutup matanya, ketika mata ayah Kamen tertutup, Profesor mengambil dua buah sendal dari rak sepatunya. Disimpan sendal tersebut disuatu tempat yang sulit ditemukan orang pada normalnya.
"Yak, buka matamu sekarang". kata Profesor
Ayah Kamen pun membuka matanya dan menatap Profesor yang berada didepannya.
"Saya telah menyimpan sendal jepit disalah satu tempat diruangan ini, coba kamu cari", kata Profesor.
"Hah", jawab ayah Kamen kebingungan.
"Ya, coba kamu cari", Profesor menegaskan.
"Tapi Prof", tanya ayah Kamen dengan kebingungan
"Sudah kamu cari saja dengan kemampuan kamu", Profesor memaksa.
Ayah Kamen yang masih kebingungan berdiri dari tempat duduknya dan melihat sekeliling.
"Konsentrasi!!", kata Profesor tegas.
"Ba, baik Prof", jawab ayah Kamen.
Ayah Kamen pun mencoba menenangkan diri dan berkonsentrasi untuk menemukan sendal yang disembunyikan Profesor. Namun kejadian tak terduga, ayah Kamen mempunyai sensor sendal. Sehingga sendal jepit yang disembunyikan Profesor bisa ditemukan. Profesor menyembunyikan sendal itu didalam rice coocker. Ayah Kamen pun mengambilnya dan menyerahkan kepada Profesor.
"Ini Prof, sendal yang Prof sembunyikan", kata Ayah Kamen sambil memberikan sedal tersebut.
"Benar dugaan saya", kata Profesor.
"Benar bagaimana Prof?", tanya ayah Kamen.
"Sendal yang kamu pakai tadi, telah memberikan kamu kekuatan super", jawab Profesor.
"Kekuatan seperti apa Prof?", tanya ayah Kamen
"Kamu memiliki kekuatan untuk menemukan sendal-sendal yang hilang atau disembunyikan, dan mengetahui karakter seseorang dengan hanya melihat sendal yang dipakai orang tersebut", Profesor menjelaskan.
"Ah masa Prof, lalu bagaimana dengan muka saya yang sekarang lekukan bentuk wajah menyerupai sendal jepit?". tanya ayah Kamen.
"Itu karena sendal ajaib ciptaan saya juga", jawab Profesor.
"Lalu bagaimana Prof?", tanya ayah Kamen
"Tidak apa-apa, lagipula muka kamu memang dari awal mirip seperti itu kan, bedanya sekarang benjol kepala kamu, kekiri mirip sendal", Profesor menjelaskan.
"Kamu, saya beri nama Sendalmen", Profesor menambahkan.
"Hah, Sendalmen?", ayah Kamen bingung.
"Iya, kamu akan menjadi pahlawan dikota ini, kota yang penuh dengan penjahat. Siapkah kamu memberantas mereka dari kota ini, kota Listro kita, kota para superhero?", kata Profesor.
"Tapi Prof, saya belum terlalu mengerti dengan keadaan ini, lagipula saya tidak pernah menolong orang sebelumnya, saya harus mulai dari mana?", tanya ayah Kamen.
"Itu akan menjadi pelajaran pertama untuk kamu, sekarang pulanglah dan tolonglah orang lain yang kehilangan sendalnya", kata Profesor.
"Kalau kamu bingung, maka datanglah kepadaku, akan aku coba selesaikan masalahmu terkait kekuatan barumu", Profesor melanjutkan.
"Ba, baik Prof", jawab ayah Kamen.
Ayah Kamen pun pamit dengan Profesor, setelah itu ayah Kamen pun berjalan menuju rumahnya. dalam perjalanan itu, ayah Kamen masih bingung atas apa yang telah terjadi dengan dirinya.
Namun ketika melewati sebuah toko sendal, seseorang keluar dan berteriak dari dalam toko serta ada seseorang yang berlari menuju ayah Kamen
"Maliiiiiing, tangkap diaaaaa", kata salah seorang pegawai toko.
Ayah Kamen kaget mendengar teriakan tersebut. Maling yang menuju arah ayah Kamen pun siap ditangkap. Namun maling itu langsung mengeluarkan sendal jepit dari kantong yang dicurinya, seketika langsung melemparkan kearah ayah Kamen dengan kencang.
Ayah Kamen dengan tatapan matanya bisa membuat sendal tersebut berhenti dihadapan ayah, maling yang melihat kejadian itu langsung berhenti dan keheranan. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh ayah Kamen, ayah Kamen langsung memberikan kakinya yang bau ke arah hidung maling.
Maling tersebut kehilangan keseimbangan dan tumbang didepan ayah Kamen. Ayah Kamen langsung meringkusnya dan memberikan barang curian kepada pegawai toko.
"Te, terima kasih pak", kata pegawai toko.
"Sama-sama", jawab ayah Kamen.
Ayah Kamen pun berbalik badan dan berjalan menuju rumahnya. Namun setelah beberapa langakah, pegawai tersebut bertanya.
"Pak!!, bapak namanya siapa?", kata pegawaitoko.
Ayah Kamen berhenti dan menoleh sedikit dan berkata.
"Saya Sendalmen", jawab ayah dengan logat superhero
Ayah pun berlalu dihiasi angin yang berhembus kencang dan membuat pasir berterbangan.
To Be Continyu..

04 Maret 2011

Kacamata-Men (Sebuah cerita konyol)

Pagi itu, Kamen bangun dari kasurnya yang berisi jerami, yang diambil dari kandang kuda milik tetangganya. Setelah mengucek-ngucek mata dan membetulkan bentuk wajahnya, Kamen bangun dari kasurnya.
Setelah meraba-raba lemari dan mejanya, akhirnya Kamen berhasil menemukan kacamata miliknya yang tergeletak dimeja belajarnya. Setelah dipakai, Kamen pun memberekan kamar tidurnya dan bergegas turun menuju ruang makan.
Kamen adalah anak tunggal dari keluarga superhero, Ayahnya Sendalmen sedangkan ibunya adalah toiletwomen. Ayahnya begitu terkenal dengan cerita kepahlawanannya, bahkan Ustad Asep pernah ditolongnya.
Ini berawal dari Ustad Asep yang kehilangan sendal setelah shalat maghrib dimasjid. Ketika melihat Ustad Asep kebingungan, langsung saja Sendalmen mendatangi dengan cepat.
"Ada apa Pak Ustad", tanya Sendalmen.
"Oh kamu orang aneh, sendal saya hilang nih, siapa yang mengambil ya?", jawan Ustad Asep.
"Ciri-cirinya seperti apa pak Ustad", tanya Sendalmen.
"Ah kamu, banyak tanya, mank bisa menemukan sendal saya, kamu saja tidak pakai sendal", jawab Pak Ustad.
"Eits, tenang saja pak, kalau saya mau, saya bisa menemukan sendal pak Ustad", ujar Sendalmen.
"Yang benar kamu", tanya Pak Ustad penasaran.
"Tenang saja", jawab Sendalmen santai.
Lalu Sendalmen pun berkeliling masjid untuk mencari sendal Ustad Asep, sesekali Sendalmen melirik-lirik orang yang mencurigakan sekitar masjid.
Ustad Asep yang kebingungan pun mempercayakan sendalnya kepada Sendalmen. Tiba-tiba ketika Ustad Asep sedang merenungi sendalnya, pundaknya disentuh dengan lembut oleh Sendalmen.
"Pak Ustad, ini sendal Pak Ustad", kata Sendalmen dengan logat superhero.
"Ah, yang benar", jawab Ustad Asep sambil berdiri.
"Nih sendal Pak Ustad" kata Sendalmen seraya memberikan sendal tersebut.
"Ohiya benar, ini sendal saya, kamu ketemu dimana?" tanya Pak Ustad.
"Tapi kok, seperti baru ya, punya saya rada jelekan daripada ini", Kata Ustad Asep kebningungan
"Tapi terima kasih ya, Ohya nama kamu siapa?' tanya Ustad Asep.
"Oh saya Sendalmen pak, saya pahlawan sendal pak", jawab Sendalmen bangga.
"Hah, sendal....Ya sudahlah, terima kasih ya Pak sendal", kata Ustad Asep
"Sama-sama Pak Ustad", jawab Sendalmen singkat
Setelah itu pun Sendalmen mengibaskan jubah dan berlari dengan kaki telanjang sekencang-kencang meninggalkan Ustad Asep. Ustad Asep yang melihat hal itu pun bengong dan mengucap istighfar. Ustad Asep pun pulang menuju rumahnya.
Namun sebelum melangkahkan kakinyam tiba-tiba datang kakek-kakek khas betawi yang ternyata mertua Pak Ustad Asep, beliau datang dengan kebingungan.
"Kenapa Beh?" tanya Ustad
"Sendal gua ilang nih Sep, begemane nih, gua nyeker dah pulangnya", jawab mertua Ustad Asep dengan bahasa Betawi.
Ustad Asep yang merasa sedih dengan kejadian itu pun menawarkan sendalnya untuk dipakai oleh bapak mertuantnya.
"Beh, Babeh pake punya saya saja", Kata Ustad Asep sambil melepaskan sendalnya.
"Wah, makasih nih Sep. Elo mank menantu gua yang baik banget", jawab mertua Ustad Asep.
Belum sendal itu dipakai oleh mertua Pak Ustad, kakek tersebut melihat dengan seksama sendal yang ditawarkan menantunya.
"Lah, inikan sendal gua, elo nyolong sendal gw Sep?", tanya Mertua Ustad dengan ketus, khas kakek-kakek yang ayamnya hilang.
"Hah, masa sih beh?' Ustad bertanya balik
Namun sebelum mertua Ustad menjawab, tiba-tiba PLOOOK, Ustad Asep digaplok mertuanya.
"Bujug, gua udah tua masih aja lo kerjain, dasar gilee lo", Kata mertua Ustad
"Sabar Beh, Sabar, Aye bisa jelasin Beh", kata Ustad coba memberi alasan.
Tapi karena mertua Ustad sudah menggulung kaos lengannya dan nyari-nyari golok, Ustad pun ngacir sambil bertelanjang kaki.
"Tolooooong" teriak Ustad Asep sambil ngibrit.
Sendalmen pun menjadi pahlawan sendal.
Luar biasa

Pagi itu, Kamen memakan sarapan pagi, yang dibikin ibunya ditoilet rumahnya. Dengan lahap Kamen memakan makanan yang dibikin oleh ibunya.
Setelah makan, Kamen bersiap untuk pergi bersekolah di SD Makerhero. Ayah dan Ibunya, sengaja menyekolahkan Kamen di SD Makerhero agar dirinya bisa menjadi super hero seperti ayah dan ibunya. Berbekal nilai-nilai mulia, kedua orang tuanya berharap di SD Makerhero dapat membentuk Kamen menjadi pahlawan pengetahuan hebat.
Setelah berkelahi dan berebut toilet dirumahnya, akhirnya toiletwomen mengalah demi anaknya . Setelah siap, Kamen pun pamit dan menuju sekolahnya.
"Yah, Bu, Kamen berangkat sekolah ya", kata Kamen sambil mencium tangan orang tuanya.
"Iya nak, hati-hati ya", jawab ayah dan ibunya.
Kamen pun berangkat dengan mengendarai sepeda roda tiganya yang dimodifikasi dengan tambahan knalpot motor bebek dibelakangnya, meski aneh tapi Kamen bangga menaikinya.
Dalam perjalanan, Kamen melewati banyak sekali blok-blok berbahaya didaerah rumahnya, Blok D merupakan blok paling berbahaya.
Karena Blok D merupakan tempat bandar narkoba, perokok berat, tukang buang sampah sembarangan, suka korupsi dan lain-lain berkumpul dan saling konsolidasi.
Kamen pun mengayuh sepedanya dengan kencang ketika melewati Blok D. Ketika melewati Blok D, Kamen sempat diganggu beberapa orang.
"Hei cuuy", kata salah seorang remaja dengan rambut setengah pirang setengah hitam dengan logat gaul jaman sekarang ini dengan mulut menyong-menyong.
"Rodanya muter tuhh", lanjut kata orang tersebut.
Kamen yang merasa dirinya terancam langsung memberikan pantat dan mengkentuti orang tersebut seraya mengayuh sepedanya lebih kencang.
"Sial, dia ngentutin gua", kata orang tersebut sambil menunjuk-nunjuk.
Sesampainya isekolah, Kamen pun memarkirkan sepeda roda tiganya diparkiran motor tempat para guru memarkirkan motornya.
Seperti biasa, satpam yang melihatnya langsung melempar jauh-jauh sepeda Kamen. Kamen pun mencoba berlari-lari ketempat sepedanya dilempar.
Lalu memarkirkan diparkiran sepeda yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
Dalam perjalanan menuju kelasnya, Kamen pun merenung. Dia memikirkan, bagaimana agar dirinya bisa kuat dan bisa membela diri ketika dirinya merasa terancam atau diganggu orang.
Sebelum panjang lebar memikirkannya, bel sekolah pun berbunyi. Kamen pun berlari menuju kelasnya.
Ketika memasuki kelas, Kamen langsung saja duduk ditempat biasanya. Tidak lama guru Heni pun datang dan memberi salam.
"Halo anak-anak, Salam Super ya", kata Bu Heni dengan logat Mario Teguh versi peempuan.
"Salam super juga buu", jawab anak-anak
Pelajaran pun dimulai, Bu Heni menjelaskan, bagaimana cara  melawan kejahatan menggunakan akal manusia dan dengan mengajak mereka menuju kebaikan. Kamen yang memperhatikan Bu Heni dalam memberikan materi pun mulai mengerti apa yang akan dilakukan apabila dirinya berhadapan dengan kejahatan.
Kamen pun merenung untuk mencari jati diri pahlawannya, dalam perenungan itu, tiba-tiba penghapus papan tulis terlihat bergerak kencang kearah kamen, dan BUUUK.
"Aduuuh", kata Kamen.
"Kamen, kamu dengarkan apa yang ibu jelaskan tidak, kok ngelamun saja kerjaanya", Kata Bu Heni dengan marah.
"Maaf bu, Maaf" jawab Kamen.
Pelajaran pun berlanjut, meski Kamen melihat papan tulisan dan Bu Heni namun pikiranya melayang tentang cara melawan kejahatan.
Ketika pelajaran selesai, Kamen pun menuju halaman sekolah untuk bermain dengan teman-teman lainnya. Sesampainya Kamen melihat ada kerumunan anak-anak ditengah lapangan.
Kamen pun langsung mendatangi dan ,melihat "Genta", Genta adalah anak gendut yang lehernya saja hampir tidak ada karena kegemukannya, dia adalah anak yang cukup nakal dan tidak ada yang berani melawannya.
Disitu Genta sedang mengancam Tuti karena tidak mau mengajak Genta bermain boneka-bonekaan. Kamen yang melihat itu pun geram. Namun Kamen tidak berani melawan Genta, anak-anak yang lain pun demikian. Kamen pun mencoba cara lain untuk melawan Genta.
"Bagaimana cara agar aku bisa melawan genta dan kejahatan?", tanya Kamen dalam hatinya.
Kamen pun berpikir dengan keras, tiba-tiba teringat ucapan Bu Heni, bahwa untuk melawan kejahatan menggunakan akal manusia atau mengajak kedalam kebaikan.
Tiba-tiba suasana menjadi hening ketika Kamen berteriak,.
"Lepaskan Dia!!!", kata Kamen dengan logat pahlawan kayak difilm layar lebar.
Tiba-tiba kerumunan pun memberikan jalam kepada Kamen, Genta dengan mengeluarkan asap dari hidungnya terlihat sedang mengikat Tuti ditiang bendera
"Lepaskan dia, dasar kamu mahluk jahat", kata Kamen dengan mantap.
"APA, kamu bilang aku jahat", jawab Genta dengan kesal.
Genta pun berlari menuju Kamen, anak-anak pada berlarian meminta tolong, ada yang naik keatas pagar, ada yang menelpon ayah ibunya, bahkan ada yang menelpon dinas pemadam kebakaran.
Kamen yang melihat hal itu langsung bersiap dengan kain merahnya, ibarat banteng yang sedang marah, Genta selalu meleset menyeruduk kain merah yang dikibarkan Kamen.
Kamen dengan senyuman abang-abang pun membanggakan dirinya, para guru yang melihat dari pinggir lapangan pun memberikan sorak-sorak dan dukungan kepada Kamen.
Kepala Sekolah pun memberikan pom-pom kepada para guru perempuan untuk mendukung Kamen, sungguh kasihan Genta.
Namun tiba-tiba, DUUUK, Kamen terkena serudukan dari Genta, sontak semuanya berteriak.
Kamen pun terjatuh dan mencium hangatnya pasir halaman sekolah.
Genta pun menghajar Kamen, Teman-teman Kamen pun langsung menolong, sedangkan para Guru melerai mereka berdua.
Keduanya pun disidang diruang kepala sekolah, mereka berdua pun ditegur dan diingatkan agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Dengar ya, kalian berdua tidak boleh berkelahi seperti itu, kalau bisa dibicarakan baik-baik, maka perkelahian itu bisa diantisipasi, mengerti kalian", kata Kepala Sekolah tegas.
"Baik Pak,", jawab Kamen dan Genta bersamaan.
"Yasudah kalian salaman sekarang:", kata Pak Kepala Sekolah.
Mereka berdua pun bersalaman dan saling meminta maaf. Setelah itu mereka pun keluar dari ruangan kepala sekolah.
Ternyata diluar ruangan, teman-teman Kamen ikut mendengarkan apa yang dibicarakan Kepala Sekolah kepada mereka berdua.
"Ah, nguping pembicaraan ya?", tanya Kamen.
"Dikit Men", jawab salah satu teman Kamen.
"Eh Men, Tadi maaf ya, tidak seharusnya aku nyeruduk kamu", kata Genta kepada Kamen.
"Oh, sama-sama Gent, aku juga yang salah", jawab Kamen.
TIdak lama, bel masuk pun berbunyi, mereka berdua dan teman-teman pun masuk kekelas masing-masing.
Sepulangnya dari sekolah, Kamen tetap berpikir bagaimana caranya melawan kejahatan, ucapan Bu Heni ditelinga Kamen masing terngiang-iang. Kamen pun langsung mengambil sepeda roda tiganya dan pulang kerumahnya.
Kamen pun melewati Blok D kembali, anak yang tadi dikentuti Kamen telah siap menghadang Kamen, Ia mengunyah permen karet dan bersiap menjejeli Kamen dengan permen karetnya yang akan ditempeli dirambut Kamen. Kamen yang menyadari hal itu pun langsung berpikir untuk menghindarinya.
Kamen pun kebingungan, namun Kamen teringat pahlawan yang berubah menjadi kuat ketika mereka berganti pakaian superhero atau memakai baju yang keren berlapis tehnologi canggih.
Kamen pun melihat sekeliling dan mencari-cari cara agar bisa seperti mereka. Kamen ingin seperti kedua orang tuanya, Sendalmen dan toiletwomen. yang menjadi kuat ketika memakai sendal dan memegang tempat jamban.
Sontak pandangan Kamen tertuju kepada seorang penjual mainan gerobak, Kamen langsung mendatangi dan mendapatkan kacamata hitam yang harganya Rp.500,00, yang gagangnya beraneka macam warna terpajang digerobak jualan itu. Kamen pun membelinya dan memilih warna merah dengan kaca berwarna hitam.
Kamen pun tiba-tiba merasa ada perubahan dalam dirinya, dirinya merasa dunia yang dilihatnya terlihat agak sedikit gelap. Kamen pun yakin ini adalah kekuatan super dari kacamata yang dibelinya.
Kamen pun teriak "AKU KACAMATA-MEN", orang-orang sekitar pun bengong melihat anak usia 10 tahun teriak disamping gerobak mainan.
Anak yang dikentuti Kamen pun langsung menyerang Kamen dengan sadis, dikeluarkannya permen karet dari mulutnya dengan jari telunjuk setelah menggaruk pantatnya dan langsung mengaahkan permen karet kerambut Kamen.
Kamen pun bersiap menghadapi anak terebut, orang-orang sekitar pun menganga melihat keajaiban kedua anak ajaib ini.
Dan "JRUUUK", ternyata jari telunjuk Kamen berhasil masuk kedalam lubang hidung anak tersebut, anak tersebut pun tersungkur lemas. Kamen pun berdiri gagah dan mengatakan.
"Kacamata-Men akan melenyapkan kejahatan di Blok D", kata Kamen sambil bergaya seperti pahlawan.
Kamen pun pulang dengan sepeda roda tiganya serta knalpot yang menempel disepedanya.
To Be Continyu . . . . .

Ormas ancam turunkan Presiden

Mungkin akhir-akhir ini kita juga melihat ataupun membaca berita tentang tanggapan Kepala negara, terhadap kata-kata ancaman suatu pemimpin ormas bernafaskan agama, terkait suatu kebijakan yang dikeluarkan.
Presiden SBY, mengatakan akan membubarkan ormas-ormas yang melakukan tindakan anarkis. Dari statement Presiden, ada salah satu ormas yang mengancam, apabila ormas yang dipimpinnya ini dibubarkan maka mereka akan menurunkan Presiden SBY.
Statement pemimpin ormas yang bernafaskan agama ini justru ditanggapi Presiden SBY. Padahal kalau Presiden melakukan kebijakan sesuai konstitusinya, tidak harus merasa terancam atau semacamnya. Karena dilindungi oleh hukum dan undang-undang. Ormas apapun, apabila melakukan tindakan semena-mena dan anarkis serta melenceng jauh dari aturan-aturan yang berlaku, memang sepantasnya dibubarkan. Karena hal itu akan membuat masyarakat terancam dan ketakutan dalam bermasyarakat.
Meski ormas terebut bernafaskan agama, sepatutnya diperingatkan agar tidak melakukan tindakan-tindakan diluar batas.
Jadi Presiden, tidak harus memberikan tanggapan atas ancaman tersebut, justru ketegasan terhadap statement tentang pembubaran ormas yang bertindak anarkis, harus dilakukan secara preventif dan kongkrit. Sehingga ormas-ormas yang ada tidak menyalahi aturan.
Dari pada memberikan tanggapan terhadap ancaman oleh seorang habib, yang mengakibatkan turunya wibawa dan adanya kelucuan dari peristiwa tersebut dimata masyarakat. Masih sangat panjang daftar permasalahan yang harus diselesaikan.
Misalkan saja, tentang naiknya harga cabai, kalau saja pemerintah dengan tegas dan melakukan tindakan nyata untuk menurunkan harga cabai,, masyarakat sudah pasti senang dengan hal itu, daripada memberikan tanggapan terhadap seseorang yang merasa disinggung bahwa ormasnya akan dibubarkan.
Tapi setiap orang memiliki pendapat masing-masing
salam petani cabai

01 Maret 2011

KEPUTUSANKU MENJADI BADUT

Badut berwarna merah dan menyerupai kelinci ini adalah Zainudin yang lahir pada tanggal 12-08-1987. Sudah 4 tahun Zainudin berprofesi sebagai badut di Taman Mini Indonesia Indah atau lebih dikenal dengan TMII. Pemuda berumur 23 tahun ini mengaku tidak ada pilihan lain selain menjadi badut karena pendidikan terakhirnya yang hanya sampai jenjang SMP.
Orang tua Zainudin tidak mampu membiayai dirinya untuk ke jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat itu, Zainudin putus sekolah dan mulai merasakan bagaimana menganggur dan mencari uang untuk membantu perekonomian keluarganya.
Ia tidak merasa dipekerjakan, Ia hanya ingin membantu kedua orang tuanya yang kesusahan dengan ekonomi keluarga.
Karena hal itu Zainudin tidak bisa mendapatkan pekerjaan seperti yang diinginkannya tetapi ia tidak menyalahkan kedua orang tuanya. Ia memahami bahwa kedua orang tuanya telah mati-matian mencari uang untuk membiayai dirinya bersekolah agar kelak bisa membanggakan kedua orang tuanya.
Rumah yang sangat dekat dengan TMII memudahkan Zainudin untuk bekerja sebagai badut di taman rekreasi tersebut. Rumah Zainudin berlokasi tepat di depan gerbang Pintu II TMII.
            Para penjaga gerbang TMII pun sudah mengenal Zainudin, bahkan sering nongkrong bersama dan sering bersenda-gurau dengan petugas lain di TMII. Dengan pertemanan yang begitu erat, Zainudin bisa masuk kedalam TMII dengan gratis.
            Pemuda asli Betawi ini, sebelum menjadi badut, Ia bekerja serabutan. Ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan lain-lain yang menggunakan otot. Apa saja pekerjaan yang menurutnya bisa ia lakukan, maka akan dilakukan selama sesuai dengan kemampuannya.
            Zainudin tidak merasa malu atas pekerjaan apapun yang ia kerjakan, selama itu halal dan tidak melanggar peraturan, pasti ia lakukan.
            Zainudin biasanya diajak oleh teman-temannya ketika ada pekerjaan yang membutuhkan orang banyak. Namun karena tingkat pendidikannya maka Zainudin tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik daripada bekerja serabutan dan hanya sebagai kuli dan semacamnya.
            Meski begitu Zainudin tidak menjadikan hal itu untuk bermalas-malasan. Justru hal itu mendorongnya untuk bisa memaksimalkan potensi yang ia miliki.
            Awal mula Zainudin menjadi badut ketika 4 tahun lalu ia diajak salah satu temannya untuk menjadi badut, temannya sudah tidak kuat menjadi badut lagi dan memberikan pekerjaan badut kepada Zainudin. Dari situlah Zainudin berprofesi sebagai badut hingga kini.
            Dalam perjalanannya menjadi badut, Zainudin mengalami pasang surut. Adakalanya Ia mendapatkan uang banyak namun terkadang Ia tidak mendapatkan uang sepeserpun.
            Badut yang dijadikan lahan pekerjaanya tidak seperti yang dibayangkan orang pada umumnya. Karena kostum badut yang dikenakannya bukanlah hasil sewaan melainkan harus membeli sendiri. Menjadi badut pun tidak dipekerjakan oleh pihak TMII tapi bekerja sendiri secara individu, tidak ada yang mempekerjakan.
            Oleh sebab itu jam kerja menjadi badut sangatlah fleksibel karena bekerja menjadi badut sesuai dengan keinginan sendiri. Kalau ingin bekerja tinggal mengenakan kostum badut dan berangkat menuju TMII, kalau lagi tidak ingin maka tidak bekerja menjadi badut di TMII. Hal itu tergantung dari masing-masing orang.
            Kostum badut yang dimiliki Zainduin hanya memiliki ventilasi sedikit. Sudah pasti keringat bercucuran ketika sedang memakai kostum badut. Belum lagi berat kostum serta kepala badut, membuatnya harus memiliki tenaga ekstra.
            Dalam mencari uang, biasanya Zainudin dan teman-teman yang berprofesi badut yang menjadi kelompoknya, harus mendatangi pengunjung dan mengajak mereka untuk berfoto bersama. Setelah itu barulah Zainudin yang mengenakan kostum badut menunjuk-nunjuk perutnya yang memiliki kantong seraya memberikan kode untuk memasukan uang kedalam kantong yang ada diperutnya.
            Namun tidak semua pengunjung mau berfoto bersama. Tidak sedikit pengunjung yang menolak untuk berfoto bersama. Parahnya lagi terkadang ada pengunjung yang tidak mau memberikan uang setelah berfoto bersama Zainudin. Bila hal itu terjadi, biasanya Zainudin hanya bisa pasrah dan mencoba ke pengunjung lain dengan berharap bisa mendapatkan uang untuk keperluan hidupnya.
            Anak keempat dari 6 bersaudara ini ingin menunjukan kepada saudara-saudaranya bahwa dirinya adalah anak yang bertanggung jawab dengan mencoba membantu perekonomian keluarga dengan cara bekerja sebagai badut.
            Kostum badut yang dibeli Zainudin tidaklah murah, Zainudin mengatakan bahwa harga kostum badut yang dimilikinya dibeli dengan total Rp.400.000. Bajunya dibeli di Tanah Abang sedangkan kepala badut dibeli di sanggar di daerah Kramat 4, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
            Butuh perjuangan yang cukup keras bagi Zainudin untuk bisa memiliki kostum badut. Namun karena kegigihannya akhirnya kostum badut bisa Ia beli.
            Suka duka yang dialami menjadi badut pun cukup banyak. Duka menjadi badut menurut Zainudin ketika pengunjung mau berfoto namun setelah itu tidak mau memberikan uang kepadanya, atau ketika hujan turun maka pengunjung akan sepi sehingga tidak ada uang yang masuk untuk dirinya. Namun suka yang dialami Zainudin adalah ketika dirinya sedang pusing, maka Ia langsung mengenakan kostum badut dan menuju TMII serta langsung menghibur pengunjung khususunya anak kecil. Ketika anak kecil berani dengan dirinya yang sedang memakai kostum badut maka Zainudin tidak segan-segan bercanda dan bersenda gurau dengan anak tersebut. Dengan begitu, pusing yang dialaminya pun bisa hilang dengan cara menghibur orang lain.
            Dalam profesinya, badut sangatlah banyak di TMII. Oleh karena itu ada koordinator lapangan badut di TMII, Pak Ridwan adalah senior badut di TMII serta yang mengatur wilayah-wilayah badut. Beliau disegani dan menjadi koordinator badut di TMII.
            Dengan begitu tidak ada badut-badut nakal yang memasuki wilayah badut lain dengan semena-mena.
            Dalam bekerja, Zainudin ditemani teman-teman yang berprofesi menjadi badut seperti dirinya. Pertemanan yang begitu lama dan merasa senasib sepenanggungan membuat pertemanan diantara mereka begitu erat. Susah dan senang dihadapi bersama serta tidak ada istilah ingin menang atau untung sendiri ketika mendapatkan rejeki. Rasa berbagi dan kasih sayang begitu terasa dikelompok badut ini. Zainudin merasa nyaman sehingga dalam bekerja pun segalanya terasa indah karena kebersamaan ini.
            Bila rasa lelah datang, biasanya Zainudin dan teman-temanya beristirahat didekat Keong Mas. Membuka kostum badut dan merasakan segarnya udara yang menghampirinya.
            Sesekali tawa canda menghiasi ketika para badut sedang beristirahat. Meski begitu mereka jarang mengeluh atas pekerjaan yang mereka lakukan.
            Dalam bekerja, setiap badut tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah badut lain. Zainudin dan rekan-rekanya sesama badut yang menjadi satu kelompok ini memiliki wilayah dikawasan Keong Mas. Mereka tidak boleh berada dikawasan Tugu atau tempat lain karena dikawasan itu sudah memasuki wilayah badut lain.begitu juga dengan badut lain, tidak boleh ada yang memasuki wilayah Keong Mas dan tempat lain yang bukan menjadi bagian wilayahnya.
            Bila ada badut yang menyalahi peraturan wilayah, biasanya badut tersebut akan kena marah oleh badut yang memiliki kawasan tersebut.
            Adanya koordinator ini membuat badut-badut menjadi teratur dan tidak adanya kesenjangan diantara badut.
            Biasanya Zainudin berangkat dari rumah menuju TMII pada pukul 08:00 WIB dan bekerja sampai pukul 18:00 WIB. Tapi bila Ia merasa tidak kuat maka Zainudin pulang lebih cepat untuk beristirahat dirumahnya.
            Selain menjadi badut, Zainudin terkadang juga menjadi tukang parkir di TMII. Ketika ada pernikahan yang diselenggarakan di gedung Sasana TMII. Biasanya Zainudin langsung saja mendatangi parkiran dan mengatur mobil-mobil yang keluar masuk tempat parkir, tidak ada yang menyuruh namun hal itu dilakukan Zainudin sekedar mencari sesuap nasi untuknya.
            Satpam yang bertugas di TMII pun sudah mengenal Zainudin. Oleh karena itu Zainudin tidak kena marah namun dipersilahkan untuk melakukan hal tersebut.
            Zainudin biasanya mengetahui informasi tentang adanya resepsi pernikahan dari janur kuning yang dipasang di TMII. Setelah Ia melihat hal itu, biasanya Zainudin langsung bersiap dirumahnya dan langsung menuju kawasan yang menjadi resepsi pernikahan.
            Zainudin biasanya langsung tanggap terhadap apa yang bisa mendatangkan uang yang menurutnya halal. Oleh sebab itu, Ia tidak malu-malu untuk menjadi tukang parkir dan semacamnya selama hal itu benar.
            Meski pekerjaan yang dilakukannya serabutan, namun menjadi badut merupakan pekerjaan tetap yang dilakukannya hingga kini. Ia mengaku tidak punya pilihan lain. Bila melamar di perusahaan, paling maksimal Zainudin hanya diterima sebagai Cleaning Service atau Office Boy. Menurutnya pekerjaan itu tidak Ia inginkan karena uang dari pekerjaan juga tidak terlalu banyak. Badut merupakan pekerjaan yang mendatangkan uang yang lumayan menurutnya. Pemasukan yang didapatkan pada hari Sabtu dan Minggu biasanya berkisar Rp.30.000 dan paling besar Rp.50.000.
            Apabila hari-hari besar maka uang yang bisa Ia dapatkan bisa lebih dari itu semua. Uang yang Ia dapatkan biasanya dikumpulkan untuk membeli sesuatu yang Ia butuhkan.
            Didalam keluarga Zainudin, hanya dirinyalah yang berprofesi sebagai badut. Kedua orang tuanya pun mendukung Zainudin yang berprofesi sebagai badut. Bahkan adik dan kakak Zainudin tidak mengolok-olok pekerjaan yang dilakukan Zainudin. Meski terbilang masih muda, Zainudin telah memberikan suatu contoh kerja keras tentang perjuangan hidup.
            Meski begitu Zainudin tetap memiliki mimpi untuk bisa mempunyai pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Meski pendidikan terahkirnya hanya SMP namun perjuangan Zainudin tetap dilanjutkanya dengan harapan mimpinya bisa terwujud.
            Dibalik kostum badut, Zainudin ternyata memiliki kekasih hati yang bisa mengerti dirinya apa adanya. Meski dengan pekerjaanya sebagai badut, kekasihnya tidak sama sekali mengeluhkan hal tersebut tapi justru mendukung apa yang dilakukannya. Bagi kekasihnya yang terpenting Zainudin bisa bekerja dengan halal dan bekerja secara maksimal serta dilakukan secara ikhlas.
            Dalam berpacaran, kekasih Zainudin tidak pernah meminta yang aneh-aneh, meski dirinya tidak memiliki kendaraan seperti yang dimiliki anak pada umumnya tetapi kekasihya tidak mengeluhkan hal itu. Baginya bisa sama-sama dalam berbagi kasih sayang itu sudah lebih dari cukup. Hingga kini hubungan itu pun sudah berjalan hampir 1 tahun lamanya.
            Dibalik kostum badut, yaitu Zainudin. Ternyata tersembunyi keikhlasan dalam melakukan sesuatu tanpa harus malu atas apa yang dikerjakan. Bila itu halal mengapa tidak dilakukan daripada melakukan hal-hal yang negatif.
            Meski hidup adalah pilihan namun Zainudin tetap ikhlas dan terus melakukan yang terbaik untuk dirinya dan keluarga serta kekasih hatinya agar bisa mewujudkan harapannya.
            Sebuah contoh perjuangan hidup seseorang dibalik kostum badut

Berfoto bersama dengan Zainudin diakhir liputan